Skip to content

Single Aplikasi di Android?

Single Aplikasi di Android?

Yang kita kenal, Android adalah OS yang banyak digunakan oleh handphone/smartphone. Pernahkah terpikir bahwa Android juga dapat dibuat hanya menjalankan satu aplikasi, dimana aplikasi lain tidak digunakan (gmail, dan aplikasi bawaan Android lainnya).

Mungkin ini beberapa contoh terapan, dimana Android hanya menjalankan satu aplikasi:

  • Kiosk. Media interaktif yang sering dijumpai sebagai sumber informasi di mall, atau tempat layanan.
  • Digital Signage Player. Alat yang menjalankan video/gambar iklan, yang tidak dapat dihentikan.
  • Alat untuk mengambil order di restoran. (pemilik restoran tidak mau pelayan ‘bermain’ dengan tab-nya. Atau tab-nya di taruh di meja, supaya pelanggan langsung order, tapi tidak bisa menjalankan aplikasi lainnya).
  • Pendataan inventory di warehouse. Tentunya juga alat hanya bisa difungsikan sebagai satu tujuan saja.
  • Sales (Canvaser atau penjual yang mendistribusikan barang), dimana dia mencatat setiap sales serta order.
  • Mungkin masih banyak ide lainnya.

Saya sebenarnya tidak tahu banyak Android. Dibilang pemula pun tidak bisa, karena belum ‘bermain-main’ dengan android. Setelah search sana sini di google, ternyata ini dimungkinkan:

  • Menggunakan ‘Surelock‘. Aplikasi ini membuat tablet Android terkunci dalam ‘kiosk’ mode. Ini cara yang paling mudah, agar tablet hanya bisa menjalankan aplikasi yang diinginkan.
  • Membuat versi custom Android sendiri. Dengan kata lain, memodifikasi Android ROM (firmware) yang ada di hardware. Cara ini jauh lebih sulit tentunya. Karena kita harus meng-compile sendiri semua source android yang disesuaikan dengan hardware. Tapi dengan ini, aplikasi yang dijalankan memiliki lebih banyak resource, karena bisa mematikan aplikasi/service yang gak dipake sama sekali.
    Contoh bikin firmware buat CX-01 ada disini
    Atau bisa juga lihat penjelasan umum yang singkat disini